Home » » Satu juta Lebih Buka Situs Koruptor Indonesia

Satu juta Lebih Buka Situs Koruptor Indonesia

Semua berawal dari diskusi di Twitter. Seorang mantan mentri ditahan karena kasus korupsi. Setelah bebas, dia disambut meriah layaknya pahlawan oleh tokoh-tokoh partai hingga agama.


"Ini menunjukkan toleransi masyarakat terhadap koruptor sehingga korupsi susah diberantas," ujar aktivis antikorupsi, Teten Masduki yang memiliki akun Twitter @tmasduki.
"Orang dapat melupakan kejahatan yang merugikan negeri ini," imbuhnya
Kegelisahan ini memicu inisiatif membuat ensiklopedia online koruptor Indonesia. Diskusi Twitter pun diwujudkan oleh tim relawan TI. Lahirlah Korupedia.org.
Teten mendirikan eksiklopedia online ini bersama Heru Hendratmoko, Natalia Soebagjo, Danang Widoyoko, Deva Rachman, Catharina Widyasrini, Aboe Prajitno, Billy Khaerudin, Alex Junaidi, dan Metta Dharmasaputra.

Relawan TI mengembangkan mesin sistem informasi. Untuk data, relawan dari LSM sudah siap mengelola hasil putusan pengadilan. Relawan LSM telah lama memantau pengadilan kasus-kasus korupsi di Indonesia.

Ensiklopedia ini didedikasikan sebagai sebuah ensiklopedia terbuka tentang korupsi di Indonesia. Media online dipilih agar mudah diakses oleh siapapun, dimanapun, kapanpun, dan murah. Informasi situs ini memuat tindak korupsi APBN/APBD, pemerasan, penggelapan, korupsi perbankan, gratifikasi, penyuapan, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang.
Korupedia juga memajang daftar nama koruptor pada halaman muka. Teten menilai langkah ini bisa menjadi substitusi hukum yang lemah. Jika koruptor biasanya hanya menerima sanksi hukuman yang singkat, Korupedia memperpanjang dengan sanksi sosial.

Sumber data Korupedia berasal dari putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht). Dari data ini, dapat diketahui profil koruptor dan uraian perbuatan yang dilakukan sesuai dengan tuduhan.

Fokus data di Korupedia adalah profil para koruptor dan kasus-kasus korupsi yang mereka lakukan. Data yang masuk akan melalui proses verifikasi secara teliti sebelum dipublikasi di Korupedia.
Verifikasi yang ditangani tim Korupedia meliputi keputusan hukum, status koruptor, dan kategori kasus. Masyarakat juga bisa ambil bagian dengan menambahkan data seperti foto. Teten menjelaskan pihak Korupedia masih kesulitan melengkapi data korupsi di daerah.

Menurut Teten, situs Korupedia bisa menjadi referensi bagi semua pihak. Partai politik bisa mencegah kesalahan dengan tidak merekrut kader mantan koruptor. Investor asing juga bisa menjadikan rujukan dalam berurusan dengan pemerintah. Bahkan, Korupedia bisa menjadi bahan seleksi calon besan yang bebas korupsi.

"Kami sudah menyiapkan lebih dari 1.000 putusan yang bisa di-update pelan-pelan. Sekarang situs ini sudah ada lebih dari 1 juta pengunjung," ujar Teten.
Situs Korupedia telah menuai respon tinggi setelah peluncuran resmi pada Rabu, 13 Juni 2012. Teten menilai ini disebabkan masyarakat Indonesia jengah melihat koruptor dihukum sangat rendah, hanya kisaran dua tahun.

Menurut Teten, Korupedia akan terus dikembangkan. Situs ini diharapkan berumur panjang sehingga anak dan cucu para koruptor terus dapat melihat nama pendahulunya terpatri di sana.
"Orang makin takut korupsi. Karena sekecil apapun, dosanya akan tercatat seterusnya," cetus Teten.
Sobat baru saja membaca artikel yang berkategori Berita dengan judul Satu juta Lebih Buka Situs Koruptor Indonesia. Jika sobat rasa artikel ini menarik silakan di share dengan meninggalkan URL http://bayarsaja.blogspot.com/2012/06/satu-juta-lebih-buka-situs-koruptor.html. Terima kasih atas kunjungannya!

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon berkomentar dengan baik dan sopan. Komentar bernada spam akan saya hapus